BERITA - 3 Hari Tak Pulang, Pemuda 20 Tahun Ditemukan Membusuk Di Persawahan Desa Aras Kabu.
BERITA - 3 Hari Tak Pulang, Pemuda 20 Tahun Ditemukan Membusuk Di Persawahan Desa Aras Kabu.

Sesosok mayat laki-laki ditemukan membusuk di persawahan milik warga di Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Selasa (19/11/2019) sekira pukul 19.30 Wib.
Belakangan pria itu diketahui bernama Lukman Siregar (20), warga Dusun Masjid, Desa Aras Kabu. Sehari-harinya pemuda itu diketahui bekerja sebagai buru harian lapas di salah satu perusahaan.
Kapolsek Beringin AKP Bambang H Tarigan dalam keterangannya mengatakan, Lukman sebelumnya sudah dicari keluarga sejak pergi dari rumah pada Sabtu (16/11/2019) malam.
"Korban pergi dari rumah untuk pergi memancing (pasang taut) namun tidak pernah pulang, sejak Sabtu (16/11/2019) sekira pukul 19.30 Wib. Kemudian ibu korban sudah berusaha mencari keberadaan anaknya namun tidak ditemukan,''jelas Bambang, Rabu (20/11/2019) siang.
Setelah melakukan pencarian selama 3 hari, Selasa (19/11/2019) malam. warga menemukan Lukman sudah tak bernyawa mengambang di sekitar persawahan milik Safar. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Beringin dan keluarga Lukman.
"Personel dipimpin Kanit Reskrim Iptu K Karosekali bersama Kanit Sabhara Ipda Sulino dan Kanit Intelkam Aiptu Mulyadi melakukan cek TKP dan melihat posisi korban dalam keadaan telungkup mengapung di atas permukaan air, mengenakan celana pendek warna abu-abu dan biru serta kaos oblong warna hijau dalam keadaan mulai membusuk dan sudah dihinggapi ulat,''jelas Bambang.
Selanjutnya, petugas melakukan olah TKP. Setelah diperiksa Bidan Puskesmas Desa Aras Kabu Ningsih Amkeb, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh Lukman.
"Menurut keterangan keluarga/adik korban Arpani Siregar, sejak kecil semasa hidupnya, korban memiliki riwayat penyakit sawan atau epilepsi. Saat pergi memasang pancing, korban berangkat dari rumah sendirian,''ungkap Bambang.
"Jadi, memancing ikan dan berburu burung di malam hari merupakan kegemaran korban. Ibu korban selalu melarang jika korban akan memasang taut/pancing, namun tidak pernah tipatuhi dan selalu pergi secara bersembunyi-sembunyi,''imbuhnya.
Lanjut Bambang, sang ibunda Sunarti mengaku ikhlas dengan kematian korban dan bersedia membuat Surat Pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi.
'Atas persetujuan keluarga dan ibunya, jenazah Lukman kemudian dimandikan dan dikafankan di TKP, kemudian disholatkan di halaman Masjid Al-Amir dan selanjutnya dimakamkan di TPU Binjai Dusun Karya, Desa Aras Kabu,''pungkasnya.

Sesosok mayat laki-laki ditemukan membusuk di persawahan milik warga di Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Selasa (19/11/2019) sekira pukul 19.30 Wib.
Belakangan pria itu diketahui bernama Lukman Siregar (20), warga Dusun Masjid, Desa Aras Kabu. Sehari-harinya pemuda itu diketahui bekerja sebagai buru harian lapas di salah satu perusahaan.
Kapolsek Beringin AKP Bambang H Tarigan dalam keterangannya mengatakan, Lukman sebelumnya sudah dicari keluarga sejak pergi dari rumah pada Sabtu (16/11/2019) malam.
"Korban pergi dari rumah untuk pergi memancing (pasang taut) namun tidak pernah pulang, sejak Sabtu (16/11/2019) sekira pukul 19.30 Wib. Kemudian ibu korban sudah berusaha mencari keberadaan anaknya namun tidak ditemukan,''jelas Bambang, Rabu (20/11/2019) siang.
Setelah melakukan pencarian selama 3 hari, Selasa (19/11/2019) malam. warga menemukan Lukman sudah tak bernyawa mengambang di sekitar persawahan milik Safar. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Beringin dan keluarga Lukman.
"Personel dipimpin Kanit Reskrim Iptu K Karosekali bersama Kanit Sabhara Ipda Sulino dan Kanit Intelkam Aiptu Mulyadi melakukan cek TKP dan melihat posisi korban dalam keadaan telungkup mengapung di atas permukaan air, mengenakan celana pendek warna abu-abu dan biru serta kaos oblong warna hijau dalam keadaan mulai membusuk dan sudah dihinggapi ulat,''jelas Bambang.
Selanjutnya, petugas melakukan olah TKP. Setelah diperiksa Bidan Puskesmas Desa Aras Kabu Ningsih Amkeb, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh Lukman.
"Menurut keterangan keluarga/adik korban Arpani Siregar, sejak kecil semasa hidupnya, korban memiliki riwayat penyakit sawan atau epilepsi. Saat pergi memasang pancing, korban berangkat dari rumah sendirian,''ungkap Bambang.
"Jadi, memancing ikan dan berburu burung di malam hari merupakan kegemaran korban. Ibu korban selalu melarang jika korban akan memasang taut/pancing, namun tidak pernah tipatuhi dan selalu pergi secara bersembunyi-sembunyi,''imbuhnya.
Lanjut Bambang, sang ibunda Sunarti mengaku ikhlas dengan kematian korban dan bersedia membuat Surat Pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi.
'Atas persetujuan keluarga dan ibunya, jenazah Lukman kemudian dimandikan dan dikafankan di TKP, kemudian disholatkan di halaman Masjid Al-Amir dan selanjutnya dimakamkan di TPU Binjai Dusun Karya, Desa Aras Kabu,''pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar