BERITA - Dua Orang Tewas Dalam Sehari Saat Bekerja, Satu Tertimpa Besi.
BERITA - Dua Orang Tewas Dalam Sehari Saat Bekerja, Satu Tertimpa Besi.
Dua pekerja dilaporkan tewas akibat kecelakaan kerja di dua lokasi berbeda di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019).
Insiden pertama menimpa Giman (52), warga Dusun Cikembulan, Desa Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi.
Kapolsek Jeruklegi, AKP Nyoman Sudarjana mengatakan, korban tewas di tempat setelah tertimbun tanah saat menggali batu belah di lahan milik Muhyad di Dusun Lengkong.
Nyoman menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Kitam (50), rekan kerja korban sekitar pukul 14.00 Wib. Kitam merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar dari liang galian sementara alat-alatnya berserak di sekitar lokasi.
"Setelah dicari, korban ternyata telah tertimbun tanah kemudian saksi dan sejumlah warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Jeruklegi,''katanya saat dihubungi Sabtu (31/8/2019).
Sementara itu, di tempat lain pada hari yang sama, seorang supir truk tronton tewas tertimpa pipa besi yang diangkut saat bongkar muat.
Kapolsek Kroya AKP Evon mengatakan, korban bernama Madik, (48) warga Tambak Asri, Desa Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Evon menuturkan, insiden naas terjadi sekitar pukul 09.00 di Jalan Raya Buntu-Kroya RT 001 RW 003 Dusun Pecangan, Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya.
Korban yang mengendarai truk nomor L-9758-UW dari PT Indal Gresik membawa pipa besi diameter 16 inci panjang 12 meter berat 1,5 ton sebanyak 18 batang.
"Sewaktu korban membuka tali pengikat untuk bongkar muat tiba-tiba pipa besi tersebut meluncur menimpa korban hingga tewas di lokasi kejadian,''ujarnya.
Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban. Jasad Madik kemudian dibawa ke RSU Aghisna, Kroya.
"Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia dengan luka pada bagian kaki hingga tubuh bagian perut akibat tertimpa pipa besi,''tuturnya.
Evon menjelaskan, dari hasil penyelidikann dan pemeriksaan saksi, korban diduga kurang hati-hati dalam bekerja. Selain itu, kurangnya pengaman dalam membawa dan menurunkan pipa juga mengakibatkan fatalitas luka yang diderita.
"Korban diduga terburu-buru membuka tali pengkiat pada saat alat berat belum mengait pipe tersebut,''pungkasnya.
Dua pekerja dilaporkan tewas akibat kecelakaan kerja di dua lokasi berbeda di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019).
Insiden pertama menimpa Giman (52), warga Dusun Cikembulan, Desa Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi.
Kapolsek Jeruklegi, AKP Nyoman Sudarjana mengatakan, korban tewas di tempat setelah tertimbun tanah saat menggali batu belah di lahan milik Muhyad di Dusun Lengkong.
Nyoman menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Kitam (50), rekan kerja korban sekitar pukul 14.00 Wib. Kitam merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar dari liang galian sementara alat-alatnya berserak di sekitar lokasi.
"Setelah dicari, korban ternyata telah tertimbun tanah kemudian saksi dan sejumlah warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Jeruklegi,''katanya saat dihubungi Sabtu (31/8/2019).
Sementara itu, di tempat lain pada hari yang sama, seorang supir truk tronton tewas tertimpa pipa besi yang diangkut saat bongkar muat.
Kapolsek Kroya AKP Evon mengatakan, korban bernama Madik, (48) warga Tambak Asri, Desa Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Evon menuturkan, insiden naas terjadi sekitar pukul 09.00 di Jalan Raya Buntu-Kroya RT 001 RW 003 Dusun Pecangan, Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya.
Korban yang mengendarai truk nomor L-9758-UW dari PT Indal Gresik membawa pipa besi diameter 16 inci panjang 12 meter berat 1,5 ton sebanyak 18 batang.
"Sewaktu korban membuka tali pengikat untuk bongkar muat tiba-tiba pipa besi tersebut meluncur menimpa korban hingga tewas di lokasi kejadian,''ujarnya.
Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban. Jasad Madik kemudian dibawa ke RSU Aghisna, Kroya.
"Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia dengan luka pada bagian kaki hingga tubuh bagian perut akibat tertimpa pipa besi,''tuturnya.
Evon menjelaskan, dari hasil penyelidikann dan pemeriksaan saksi, korban diduga kurang hati-hati dalam bekerja. Selain itu, kurangnya pengaman dalam membawa dan menurunkan pipa juga mengakibatkan fatalitas luka yang diderita.
"Korban diduga terburu-buru membuka tali pengkiat pada saat alat berat belum mengait pipe tersebut,''pungkasnya.

Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia ^^
BalasHapusSistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat :)
Tersedia deposit via OVO dan PULSA TELKOMSEL serta XL / AXIS
Contact Us
Website : SahabatQQ
WA 1 : +855972076840
WA 2 : +855887159498
LINE : SAHABATQQ
FACEBOOK : SahabatQQ Reborn
TWITTER : SahabatQQ
Blog :
* Cerita Dewasa
* Artikel Seks
* Dunia Traveling
* Majalah kesehatan
* Film & Movie Onlie
* Artikel Poker
Daftar SahabatQQ