BERITA - Pensiunan Dosen Ditemukan Membusuk Di Gudang Barang Bekas.
BERITA - Pensiunan Dosen Ditemukan Membusuk Di Gudang Barang Bekas.
Seorang pria ditemukan tewas membusuk di gudang botot dekat kos-kosan di Jalan Selamat Ketaren, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (28/7/2019) siang.
Korban diketahui bernama, Drs Aludin Manalu (71) warga Jalan Garuda I, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan.
Penemuan jasad korban pertama sekali diketahui tetangganya, Sangkot Silaban (40) dan Sanggam Silaen (40), seorang tukang becak yang tinggal di Jalan Walet I, Perumnas Mandala.
Saat itu, Sangkot dan Sanggam yang berada di lokasi mencium bau tidak sedap dari dalam rumah, sekaligus gudang barang bekas itu.
Merasa ada yang aneh dan bau busuk menyengat, keduanya kemudiam memberitahukan kepada warga lainnya di lokasi. Setelah beberapa orang diberitahu, warga pun baru berani mendekati asal bau busuk dari dalam gudang.
Saat pintu dibuka, ternyata warga menemukan, Drs Aludin Manalu, tergeletak dalam posisi tertidur telentang ke atas.
Warga dan orang yang mengenali korban lantas terkejut. Warga ketakutan, sehingga malapor ke Polsek Percut Sei Tuan.
Tak lama, polisi pun datang, menyusul tim identifikasi dari Polrestabes Medan. Namun dalam tubuh korban, petugas tak menemukan tanda atau bekas kekerasan.
Selanjutnya pihak keluarga bermohon agar jasad korban bisa secepatnya dibawa pulang guna dikebumikan.
"Dalam tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan dibawa ke RSU Pringadi guna visum luar serta korban membuat pernyataan tidak keberatan untuk tidak dilakukan otopsi,''ujar perwira Pawas di Polsek Percut Seituan, Iptu Jhoni Panjaitan di lokasi.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Manalu yang merupakan pensiunan dosen salah satu universitas ternama di Medan itu, pernah mengalami kecelakaan, sehingga sering sakit-sakitan.
"Semenjak kecelakaan, dia memang sering merasa sakit di kepala. Memang kalau siang, dia sering mengumpulkan barang bekas/botot di kos-kosan di situ. Malamnya baru pulang ke rumah di Jalan Garuda I Perumnas Mandala,''jelas Tiurmaida Br Sinaga (66), salah seorang keluarga korban.
Seorang pria ditemukan tewas membusuk di gudang botot dekat kos-kosan di Jalan Selamat Ketaren, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (28/7/2019) siang.
Korban diketahui bernama, Drs Aludin Manalu (71) warga Jalan Garuda I, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan.
Penemuan jasad korban pertama sekali diketahui tetangganya, Sangkot Silaban (40) dan Sanggam Silaen (40), seorang tukang becak yang tinggal di Jalan Walet I, Perumnas Mandala.
Saat itu, Sangkot dan Sanggam yang berada di lokasi mencium bau tidak sedap dari dalam rumah, sekaligus gudang barang bekas itu.
Merasa ada yang aneh dan bau busuk menyengat, keduanya kemudiam memberitahukan kepada warga lainnya di lokasi. Setelah beberapa orang diberitahu, warga pun baru berani mendekati asal bau busuk dari dalam gudang.
Saat pintu dibuka, ternyata warga menemukan, Drs Aludin Manalu, tergeletak dalam posisi tertidur telentang ke atas.
Warga dan orang yang mengenali korban lantas terkejut. Warga ketakutan, sehingga malapor ke Polsek Percut Sei Tuan.
Tak lama, polisi pun datang, menyusul tim identifikasi dari Polrestabes Medan. Namun dalam tubuh korban, petugas tak menemukan tanda atau bekas kekerasan.
Selanjutnya pihak keluarga bermohon agar jasad korban bisa secepatnya dibawa pulang guna dikebumikan.
"Dalam tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan dibawa ke RSU Pringadi guna visum luar serta korban membuat pernyataan tidak keberatan untuk tidak dilakukan otopsi,''ujar perwira Pawas di Polsek Percut Seituan, Iptu Jhoni Panjaitan di lokasi.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Manalu yang merupakan pensiunan dosen salah satu universitas ternama di Medan itu, pernah mengalami kecelakaan, sehingga sering sakit-sakitan.
"Semenjak kecelakaan, dia memang sering merasa sakit di kepala. Memang kalau siang, dia sering mengumpulkan barang bekas/botot di kos-kosan di situ. Malamnya baru pulang ke rumah di Jalan Garuda I Perumnas Mandala,''jelas Tiurmaida Br Sinaga (66), salah seorang keluarga korban.

Komentar
Posting Komentar