BERITA - Gara-gara Musik, Dua Tetangga Di Jalan RS Haji 'Perang', 1 Tewas Kena Tombak.
BERITA - Gara-gara Musik, Dua Tetangga Di Jalan RS Haji 'Perang', 1 Tewas Kena Tombak.
Rudi Canli (40) tewas setelah dibantai tetangganya Poken (40), tak jauh dari kediaman mereka di Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Sabtu (7/7/2019) sekira jam 19.00 Wib.
Menurut keterangan warga, sebelum kejadian, Rudi Canli (40) terlihat mendatangi rumah Poken. Rudi menegur Poken untuk mengecilkan suara musik di rumahnya yang terlalu keras.
"Istrinya mau sholat, jadi dibilangnya sama si Poken supaya mengecilkan dulu suara musiknya. Tiba-tiba si Poken maki-maki korban,''kata Frans yang mengaku sempat mendengar keterangan Rudi.
Teguran Rudi ternyata membuat Poken tersinggung. Akhirnya kedua orang itu cekcok hingga keluar rumah.
Rudi kemudian disebut-sebut membawa tombak, sementara Poken membawa batu. Keduanya, menurut Frans sempat bergumul dan kejar-kejaran hingga sekitar 10-15 meter dari rumah.
Tiba di lahan kosong tak jauh dari kediaman mereka itu, keduanya kembali bergumul. Di situ, Rudi roboh bersimbah darah karena tertusuk tombak yg dibawanya.
"Gak jauh dari rumah mereka itulah korban roboh bersimbah darah,''sebut Frans.
Kepala Dusun (Kadus) Dusun VIII Ibadika Sitepu, mengaku mengetahui kejadian usai mendapat informasi dari warganya. Tapi, ketika tiba di sana, rumah kedua warganya itu sudah sepi. Jenazah Rudi sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
"Saat ini pelaku sudah kita amankan berikut barang buktinya. Motifnya perkelahian gara-gara musik. Sementara tersangka sudah kita amankan,''kara Daulay.
Rudi Canli (40) tewas setelah dibantai tetangganya Poken (40), tak jauh dari kediaman mereka di Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Sabtu (7/7/2019) sekira jam 19.00 Wib.
Menurut keterangan warga, sebelum kejadian, Rudi Canli (40) terlihat mendatangi rumah Poken. Rudi menegur Poken untuk mengecilkan suara musik di rumahnya yang terlalu keras.
"Istrinya mau sholat, jadi dibilangnya sama si Poken supaya mengecilkan dulu suara musiknya. Tiba-tiba si Poken maki-maki korban,''kata Frans yang mengaku sempat mendengar keterangan Rudi.
Teguran Rudi ternyata membuat Poken tersinggung. Akhirnya kedua orang itu cekcok hingga keluar rumah.
Rudi kemudian disebut-sebut membawa tombak, sementara Poken membawa batu. Keduanya, menurut Frans sempat bergumul dan kejar-kejaran hingga sekitar 10-15 meter dari rumah.
Tiba di lahan kosong tak jauh dari kediaman mereka itu, keduanya kembali bergumul. Di situ, Rudi roboh bersimbah darah karena tertusuk tombak yg dibawanya.
"Gak jauh dari rumah mereka itulah korban roboh bersimbah darah,''sebut Frans.
Kepala Dusun (Kadus) Dusun VIII Ibadika Sitepu, mengaku mengetahui kejadian usai mendapat informasi dari warganya. Tapi, ketika tiba di sana, rumah kedua warganya itu sudah sepi. Jenazah Rudi sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
"Saat ini pelaku sudah kita amankan berikut barang buktinya. Motifnya perkelahian gara-gara musik. Sementara tersangka sudah kita amankan,''kara Daulay.

Komentar
Posting Komentar